Perempuan Berkacamata Bag. II

Pertemuan pertama ku di Bukittinggi tidak membuahkan hasil. Aku mulai berfikir bagaimana cara ku agar bisa bertemu kembali dengan perempuan berkacamata itu. Sedangkan aku belum tahu siapa namanya dan darimana dia berasal.

Semenjak pertemuan pertama itu, aku tak lagi memimpikan dirinya. Tiba-tiba mimpi yang datang setiap malam sirna seketika. Hingga beberapa hari kemudian mimpi itu kembali muncul. Tapi kali ini, cerita yang ada dimimpi ini berbeda dengan mimpi sebelumnya. Mungkin ini merupakan episode lanjutannya.

“Mungkin ini pertanda bahwa kita bakal ketemu lagi”

 “tapi…….”

“Sepertinya ini tidak masuk akal kalau aku harus mempercayai mimpi ini”

… 

Hari ini aku diajak sahabatku nongkrong-nongkrong sambil ngopi di salah cafe yang ada di kota Padang. Kali ini aku tidak mengendarai sepeda motor untuk sampai di Padang karena motor ku sedang diperbaiki. Aku berangkat ke Padang dengan naik angkot jurusan Lubuk Alung – Lubuk Buaya. Aku harus menyambung naik angkot jurusan Pasar Raya untuk sampai di Kampus I Universitas Negeri Padang, disanalah kami janjian untuk ketemuannya. Sahabatku mengambil S2 di kampus ini.

Karena aku datangnya terlalu cepat, sehingga aku harus menunggu sahabatku selesai kuliah. Sambil duduk duduk, aku mengeluarkan handphone beserta earphonenya. Aku berencana untuk mendengarkan lagu sambil browsing atau cek social media. Ini yang sering ku lakukan ketika lagi nggak ada kegiatan kecuali ada novel baru yang belum ku baca.

Lagu demi lagu bergantian diputar dan sampailah di sebuah lagu yang berjudul “DIA”. Lagu ini dinyanyikan oleh Sammy Simorangkir.

Tiba tiba perempuan berkacamata itu lewat tepat didepan tempat duduk ku. Ia sepertinya tergesa-gesa menuju sebuah ruang kuliah, dia sedikit terlambat dari jadwal kuliah yang seharusnya.

“Hei, kamu ngeliat apaan sih sampai segitunya?”.

“Eh. Nggak ada”.

“Pasti kamu ngelihatin perempuan yang berkacamata itu kan?”.

Sambil tersipu malu aku menjawab “Iya”.

“Namanya Putri”. Sahabatku menyebutkan nama perempuan berkacamata itu.

Ternyata benar aku bakalan ketemu dengannya lagi. Tapi tetap saja kali ini aku gagal untuk bisa ngobrol dengannya. Beruntung aku sudah mengetahui siapa namanya dan dimana aku bisa ketemu dengannya lagi. Kampus ini, sepertinya aku bakalan akan sering datang kesini demi bertemu Putri, perempuan berkacamata.

“Yuk kita pergi”.

“OK”.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s