Perempuan Berkacamata

Ini kali pertamanya aku mengendarai sepeda motor sejauh ini. Dua tahun sudah ku bisa mengendarai sepeda motor. Biasanya hanya bawa motor disekitaran kampung ku saja di Padang Pariaman.

Entah kenapa hari ini aku memberanikan diri untuk pergi sejauh ini. Aku sampai di sebuah kota dengan icon jam seperti Big Ben yang ada di Inggris. Bukittinggi, itulah nama kota ini.

Ku parkirkan sepeda motor kira kira 200 m dari klenteng yang berada hampir dibawah Jembatan Limpapeh. Jembatan yang menghubungkan kawasan kebun binatang dan kawasan Benteng Fort De Kock.

Hari ini merupakan awal libur panjang karena besok masih kalender merah. Seperti biasanya Bukittinggi akan rame dikunjungi wisatawan. Sehingga susah mendapatkan parkir dekat dengan Jam Gadang.

Karena tidak ada tujuan sesampai di Bukittinggi, aku hanya duduk di depan jam gadang sambil memperhatikan jarum jam yang berdetak. Tik tok tik tok. Seakan akan ku terhipnotis oleh bunyi detak jarum jam itu. Hingga ku dikejutkan oleh seseorang perempuan yang minta tolong.

“Bang, boleh minta tolong fotoin kami?”.

“Boleh kak” sambil meraih kamera yang disodorkan kepada ku.

Aku selalu memanggil kakak atau bang kepada orang yang baru ku kenal, ini adalah kebiasaan ku karena belum tahu ia lebih tua atau lebih muda.

Setelah selesai mengambil foto, aku mencoba melihat hasilnya. Tiba-tiba aku terdiam.

“Kenapa bang? Nggak bagus ya?”.

“Nggak kok”.

Aku langsung mengembalikan kameranya.

“Makasih ya bg”

Aku masih berfikir, serasa ada yang mengganjal. Wajahnya seakan mengingatkanku pada seseorang. Bukan mantan yang sudah menikah beberapa bulan yang lalu. Perempuan berhijab, berkacamata serta sedikit tahi lalat dipipi kanannya membuat ku berfikir panjang. Akhirnya aku tahu siapa gerangan dirinya. Dialah perempuan yang selalu hadir di mimpiku beberapa hari ini. Sepertinya mimpi itu yang menggiring ku sehingga ku bertemu dengannya.

Aku berusaha mencarinya di sekitar Jam Gadang. Lima kali sudah ku mengelilingi Jam Gadang tapi ku tak menemukannya. Akhirnya aku menghentikan pencarian.

“Yah, kenapa ku lama sekali berfikir tadi”.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s