Kenapa masih memilih Xiaomi Mi4i?

Sebenarnya tahun ini Xiaomi sudah merilis beberapa smartphone seperti Mi5, Redmi Note 3 dan Redmi 3 Prime.

Tapi kenapa masih memilih Mi4i yang notabene adalah smartphone keluaran tahun lalu?

Ada alasannya kenapa memilih Mi4i yaitu:

Hasil Foto yang Dihasilkan Kameranya

Mi4i menggunakan sensor kamera sony yang sudah teruji hasilnya. Walaupun ada yg sama dengan Mi4i yaitu saudaranya Mi4c tetap saja Mi4i unggul dalam hal fotografi. Hal ini dikarenakan adanya fitur HDR Pro pada Mi4i.

Kelengkapan Fitur Manual

Seri Mi diberi kelebihan dari seri Xiaomi lainnya yaitu kelengkapan fitur manual kameranya. Seri lainnya hanya memiliki pengaturan white balance, focus dan ISO saja. Sedangkan seri Mi memiliki tambahan pengaturan yaitu exposure.

Dengarkan Ibumu

Tiba tiba penglihatan berubah menjadi hitam dan tak tahu apa yang terjadi lagi.

Ketika ku tersadar, aku sudah berada di sebuah ruangan. Sepertinya ini rumah sakit atau mungkin puskesmas. Aku melihat seseorang tengah duduk tak jauh dari tempatku terbaring.

Aku berusaha untuk duduk, seketika dia mendekatiku dan berkata

“Kamu udah sadar, Alhamdulillah”

Yang ku lihat adalah seorang perempuan dengan hijab berwarana pink sambil tersenyum kepadaku. Senyum yang manis. Dan aku tidak mengenalnya.

Perempuan itu langsung menjelaskan kenapa aku berada disini.

“Kamu terjatuh dari motor dan nggak sadarkan diri. Karena kamu jatuh tepat di depan mobilku jadi aku membawamu ke sini. Motormu aku titipkan di warung di dekat sana.”

“Makasih ya”

“Sama sama. Sebagai sesama kita harus saling menolong, iya kan?” Perempuan itu kembali memancarkan senyum manisnya untuk kedua kalinya.

“Iya. Sekali lagi aku berterima kasih.”

Ku perhatikan tangan dan kakiku apakah ada yang luka. Alhamdulillah tidak apa apa.

Perempuan itu kembali berbicara. ” Oh ya, aku keluar sebentar. Mau melapor bahwa kamu udah sadar. Karena dokter bilang tadi ketika kamu udah sadar dan kamu sudah boleh pulang.”

“Ok deh.”

~.~

Setengah jam yang lalu. Aku pamit sama ibu untuk berangkat ke Padang. Tapi ibu melarangku karena aku belum makan dari pagi padahal udah hampir jam tiga.

“Lebih baik kamu makan dulu Fajri” kata ibu.

“Nanti aja bu pas sampai di Padang.”

Aku bergegas mengambil tas, memakai sepatu dan pergi mengendarai motor menuju ke padang. Walaupun sudah diingatkan ibu tetapi aku tetap saja bersikukuh untuk berangkat waktu itu juga.

~.~

“Sebaiknya aku dengarkan kata ibu tadi. Jadi nggak bakalan seperti ini. Tapi walau bagaimanapun ini sudah terjadi” fikirku di dalam hati.

Beberapa  menit setelah perempuan itu pergi, seorang perawat memasuki ruangan. Tapi aku tidak melihat perempuan dengan senyum yang manis tadi.

“Kata dokter, adek udah boleh pulang. Silahkan menyelesaikan administrasinya di bagian administrasi di depan.”

“Ok, makasih buk.”

Aku beranjak dari tempat tidur dan berjalan menuju kursi tempat duduk perempuan tadi. Disana ada semua perlengkapan berkendara tadi beserta sepatuku.

Setelah ku memasang sepatu, aku bergegas menuju bagian administrasi untuk membayar administrasi. Sesampai disana aku kembali melihat perempuan tadi. Ternyata dia belum pulang. Ia sedang menelfon.

Aku berjalan menuju administrasi. Sesampai didepan bagian administrasi, pegawai bagian administrasi langsung berkata

“Bapak Fajri kan? Sudah ada yang bayar.”

“Siapa Buk?”

“Adek yang sedang menelfon itu.”

“Makasih ya buk.”

Aku berjalan menuju ke dekat perempuan yang berbaik hati membayarkan biayaku disini.

Di dalam hati aku berkata “Ternyata jaman sekarang ini masih ada perempuan cantik, baik lagi.”

Tiba perempuan itu sudah berada didepanku dan tidak lagi dalam keadaan sedang menelfon. Aku kembali mengucapkan terima kasih kepadanya sambil memperkenalkan diri.

“Makasih sekali lagi. Oh ya namaku”

“Fajri kan? Namaku Ayu. Tadi aku melihat KTP mu untuk mendaftakan perawatan disini tadi. Maaf ya udah lancang.”

“Nggak apa-apa kok.”

Kami mengombrol sambil jalan menuju ke luar. Sebelum berpisah kami bertukar no telfon.

 

Perempuan Berkacamata Bag. II

Pertemuan pertama ku di Bukittinggi tidak membuahkan hasil. Aku mulai berfikir bagaimana cara ku agar bisa bertemu kembali dengan perempuan berkacamata itu. Sedangkan aku belum tahu siapa namanya dan darimana dia berasal.

Semenjak pertemuan pertama itu, aku tak lagi memimpikan dirinya. Tiba-tiba mimpi yang datang setiap malam sirna seketika. Hingga beberapa hari kemudian mimpi itu kembali muncul. Tapi kali ini, cerita yang ada dimimpi ini berbeda dengan mimpi sebelumnya. Mungkin ini merupakan episode lanjutannya.

“Mungkin ini pertanda bahwa kita bakal ketemu lagi”

 “tapi…….”

“Sepertinya ini tidak masuk akal kalau aku harus mempercayai mimpi ini”

… 

Hari ini aku diajak sahabatku nongkrong-nongkrong sambil ngopi di salah cafe yang ada di kota Padang. Kali ini aku tidak mengendarai sepeda motor untuk sampai di Padang karena motor ku sedang diperbaiki. Aku berangkat ke Padang dengan naik angkot jurusan Lubuk Alung – Lubuk Buaya. Aku harus menyambung naik angkot jurusan Pasar Raya untuk sampai di Kampus I Universitas Negeri Padang, disanalah kami janjian untuk ketemuannya. Sahabatku mengambil S2 di kampus ini.

Karena aku datangnya terlalu cepat, sehingga aku harus menunggu sahabatku selesai kuliah. Sambil duduk duduk, aku mengeluarkan handphone beserta earphonenya. Aku berencana untuk mendengarkan lagu sambil browsing atau cek social media. Ini yang sering ku lakukan ketika lagi nggak ada kegiatan kecuali ada novel baru yang belum ku baca.

Lagu demi lagu bergantian diputar dan sampailah di sebuah lagu yang berjudul “DIA”. Lagu ini dinyanyikan oleh Sammy Simorangkir.

Tiba tiba perempuan berkacamata itu lewat tepat didepan tempat duduk ku. Ia sepertinya tergesa-gesa menuju sebuah ruang kuliah, dia sedikit terlambat dari jadwal kuliah yang seharusnya.

“Hei, kamu ngeliat apaan sih sampai segitunya?”.

“Eh. Nggak ada”.

“Pasti kamu ngelihatin perempuan yang berkacamata itu kan?”.

Sambil tersipu malu aku menjawab “Iya”.

“Namanya Putri”. Sahabatku menyebutkan nama perempuan berkacamata itu.

Ternyata benar aku bakalan ketemu dengannya lagi. Tapi tetap saja kali ini aku gagal untuk bisa ngobrol dengannya. Beruntung aku sudah mengetahui siapa namanya dan dimana aku bisa ketemu dengannya lagi. Kampus ini, sepertinya aku bakalan akan sering datang kesini demi bertemu Putri, perempuan berkacamata.

“Yuk kita pergi”.

“OK”.

Tracking ke Air Terjun Nyarai Lagi

Untuk ketiga kalinya saya kembali ke sini. Air terjun nyarai, sebuah keindahan alam yang tersimpan di dalam Hutan Gamaran, Kec. Lubuk Alung, Padang Pariaman.

Sebenarnya tempat wisata ini udah lama dibuka untuk umum yaitu tahun 2013. Pada awalnya tempat ini hanya diketahui oleh warga setempat yang memiliki kebun di dekat air terjun nyarai. Hingga bg Ritno Kurniawan mengenalkan kepada masyarakat melalui sebuah foto yang diunggahnya di salah satu media social. Karena foto inilah orang-orang mulai tertarik untuk datang kesana.

Untuk menuju posko air terjun nyarai, dibutuhkan waktu kurang lebih 15 menit. Hal ini dikarenakan banyak jalan yang rusak karena jalan ini merupakan jalur truk pembawa pasir dan batu sungai. Kita tinggal mengikuti penunjuk arah yang ada disetiap persimpangan untuk sampai di posko. Kita nanti akan melewati jembatan baru koto buruak. Ini merupakan jalan yang diberitahu oleh guide tahun lalu. Pertama pergi ke nyarai melalui persimpangan jalan yg dekat bendungan Anai yang notabene adalah jalan memutar.

Di perjalanan menuju posko, kami menemukan jalan ditepi sungai amblas setengah bahkan seluruh badan jalan. Hal ini sebabkan oleh “Aia Gadang” yang melanda sungai tersebut sehingga mengikis tanah ditepian sungai. Untuk kendaraan roda dua bisa melewati jalan tanah yang dibuat masyarakat setempat, tetapi untuk kendaraan roda 4 harus memarkir mobil di jalan yang masih ada.

Sesampai di posko, kita diwajibkan untuk mendaftarkan nama semua anggota yang akan tracking menuju nyarai dengan biaya 20 rb/orang. Ini sudah termasuk biaya parkir dan guide. Guide ini lah yang akan memandu kita sampai ke air terjun nyarai dan balik kembali ke posko. Sebelum berangkat kita akan diberi pengarahan tentang lama perjalanan dan pantangan apa saja yang nggak boleh kita lakukan disana.

IMG_20160505_102137

Untuk mencapai lokasi air terjunnya kita harus berjalan kurang lebih 1,5 jam menyusuri tepian sungai. Tracknya yang mendaki dan menurun serta tanah yang berlumpur dan licin ketika sudah diguyur hujan tidak mengurangi semangat kami untuk sampai ke sana. Apabila kita capek bisa berhenti dahulu di pos pemberhentian. Disarankan agar membawa air minum dikarenakan jarak tempuh yang lumayan jauh.

IMG_20160505_102822

Sesampai di air terjun nyarai kita bisa berenang atau hanya foto-foto saja. Capek selama perjalanan terbayar ketika sampai disana. Air yang dingin membuat perut kami lapar setelah mandi-mandi. Dikarenakan kami berangkat pagi dan semua adalah anak kos kami tidak sempat membawa nasi bungkus. Alhasil kita memutuskan untuk makan pop mie yang dijual di warung yang ada disana. Untuk harga disana pastilah beda dengan yang di luar. Selain ada warung disana juga disediakan mushala.

IMG_2727

Karena cuaca yang kurang mendukung untuk belama-lama disana, kami memutuskan untuk balik. Karena semua pada buru-buru sehingga guidenya malah ketinggalan. Di perjalanan balik kami memutuskan untuk berhenti sejenak sambil mengganti pakaian karena lokasi posko tidak begitu jauh. Disini lah kami kembali bertemu dengan guide. Setelah selesai kita berangkat kembali menuju posko bersama guide.

Perempuan Berkacamata

Ini kali pertamanya aku mengendarai sepeda motor sejauh ini. Dua tahun sudah ku bisa mengendarai sepeda motor. Biasanya hanya bawa motor disekitaran kampung ku saja di Padang Pariaman.

Entah kenapa hari ini aku memberanikan diri untuk pergi sejauh ini. Aku sampai di sebuah kota dengan icon jam seperti Big Ben yang ada di Inggris. Bukittinggi, itulah nama kota ini.

Ku parkirkan sepeda motor kira kira 200 m dari klenteng yang berada hampir dibawah Jembatan Limpapeh. Jembatan yang menghubungkan kawasan kebun binatang dan kawasan Benteng Fort De Kock.

Hari ini merupakan awal libur panjang karena besok masih kalender merah. Seperti biasanya Bukittinggi akan rame dikunjungi wisatawan. Sehingga susah mendapatkan parkir dekat dengan Jam Gadang.

Karena tidak ada tujuan sesampai di Bukittinggi, aku hanya duduk di depan jam gadang sambil memperhatikan jarum jam yang berdetak. Tik tok tik tok. Seakan akan ku terhipnotis oleh bunyi detak jarum jam itu. Hingga ku dikejutkan oleh seseorang perempuan yang minta tolong.

“Bang, boleh minta tolong fotoin kami?”.

“Boleh kak” sambil meraih kamera yang disodorkan kepada ku.

Aku selalu memanggil kakak atau bang kepada orang yang baru ku kenal, ini adalah kebiasaan ku karena belum tahu ia lebih tua atau lebih muda.

Setelah selesai mengambil foto, aku mencoba melihat hasilnya. Tiba-tiba aku terdiam.

“Kenapa bang? Nggak bagus ya?”.

“Nggak kok”.

Aku langsung mengembalikan kameranya.

“Makasih ya bg”

Aku masih berfikir, serasa ada yang mengganjal. Wajahnya seakan mengingatkanku pada seseorang. Bukan mantan yang sudah menikah beberapa bulan yang lalu. Perempuan berhijab, berkacamata serta sedikit tahi lalat dipipi kanannya membuat ku berfikir panjang. Akhirnya aku tahu siapa gerangan dirinya. Dialah perempuan yang selalu hadir di mimpiku beberapa hari ini. Sepertinya mimpi itu yang menggiring ku sehingga ku bertemu dengannya.

Aku berusaha mencarinya di sekitar Jam Gadang. Lima kali sudah ku mengelilingi Jam Gadang tapi ku tak menemukannya. Akhirnya aku menghentikan pencarian.

“Yah, kenapa ku lama sekali berfikir tadi”.

Menghilangkan Bercak Hitam pada Foto

Ketika kita mengambil foto menggunakan kamera DSLR, pas liat hasilnya ada bercak bercak hitam. Pernah nggak ngalaminnya?

Bercak hitam ini muncul biasanya karena adanya jamur/debu yang menempel pada sensor atau lensa kamera. Sehingga hasilnya akan seperti ini.

1

Sebaiknya segera dibersihkan sebelum semakin parah. Biasanya bisa dibersihkan di SC (Service Center) atau yang nekat serta memiliki tekad yang kuat bisa bersihkan sendiri dengan mengikuti tutorial yang tersebar di blog, forum fotografi.

Tetapi hasil foto yang udah terlanjur diambil menggunakan kamera yang berjamur ini kan nggak mungkin dibuang begitu saja. Mana tau ada yang bagus dan cuma bercak hitam yang membuat hasilnya nggak bagus. Kan sayang jadinya kalau dibuang.

Ok deh kita mulai aja caranya.

Disini saya hanya menggunakan aplikasi mobile yang bernama Snapseed. Buat yang ingin aplikasinya silahkan download disini

Setelah aplikasinya terinstall, silahkan jalankan aplikasinya

2

Klik open photo dan pilih foto yang akan kita edit.

3

Klik tombol pensil disudut kanan bawah.

4

Pilih Healing. Maka kita sudah masuk ke mode healing

5

Zoom foto agar lebih kelihatan bercak hitam dengan jelas

6

Lakukan healing dengan cara klik tahan pada bagian sekitar bercak hitam, geser ke arah bercak hitam. Jika hasilnya nggak bagus silahkan undo dan lakukan lagi dari bagian lain sampai hasilnya pas.

7

Lakukan hal diatas kembali di bagian bercak hitam lain. Klik tanda ceklis untuk apply yang diedit tadi. Klik save untuk menyimpan foto yang telah diedit.

Maka hasil akhirnya akan seperti ini, bersih tanpa noda.

IMG_2720-01

Update Firmware XiaoYi Action Camera (Offline)

1. Download Firmware XiaoYi Action Camera di sini.
2. Pilih Select SN number.

Screenshot_20160426-121808

Untuk melihat SN silahkan lihat dibagian tempat baterai dipasang. Perhatilkan dua angka setelah Z.
Contohnya : Z22 SNnya adalah 22

sn-check-en

3. Klik Get Firmware Version

Screenshot_20160426-124918

4. Klik Download.
5. Pindahkan file yang sudah didownload ke SD Card/Micro SD yang dipakai untuk media penyimpanan pada XiaoYi Action Camera.
6. Ubah nama file menjadi firmware.bin
7. Pindahkan SD Card/Micro SD kembali ke XiaoYi Action Camera.
8. Hidupkan XiaoYi Action Camera maka akan terdengar bunyi bib terus menerus dan LED berwarna merah.
9. Tunggu sampai XiaoYi Action Camera selesai update, yang ditandai dengan bunyi bib berhenti dan XiaoYi Action Camera akan kembali mati.
10. Hidupkan kembali XiaoYi Action Camera. Maka versi Firmware akan berubah sesuai dengan firmware yang kita gunakan tadi.